tips traveling

Sudah beli tiket pulang-pergi untuk berlibur beberapa bulan lagi? Selamat! Kamu sudah satu langkah lebih maju untuk menghirup udara dan menikmati budaya di kota/negara asing.

Tapi apa saja yang mesti dipersiapkan sebelum berada di sana? Apakah go show saja dan biarkan Tuhan yang menunjukkan jalan? Menurut saya sih enggak perlu begitu. Begini gaya traveling yang biasa saya dan teman-teman dekat saya praktekkan.

1. Think positive!
Pikiran yang positif akan menarik energi yang positif pula kepada kita. Kalau sudah begini, sesuatu yang rasanya enggak mungkin bisa jadi mungkin, atau sebaliknya. Percaya enggak percaya, percayalah!

Sewaktu traveling ke macau dan hong kong awal tahun 2010, saya dan 2 orang teman sempat dibuat kalang kabut dan deg deg-an akibat isu viva macau (kami ke macau dulu dari jakarta) yang kerap membatalkan penerbangan seenaknya dan status berlaku paspor teman kami yang ternyata kurang dari 6 bulan (padahal kami akan melewati imigrasi Indonesia, Macau, Hong Kong, dan Malaysia!). Syukurlah, ternyata viva macau berangkat sesuai jadwal (kenangan yang manis karena sekarang airline ini sudah ditutup akibat layanan yang di bawah standar ketentuan) dan teman kami pun sukses melewati semua imigrasi yang ada.

Selain kekuatan berpikir positif, saya menduga kesuksesan ini juga lekat dengan faktor keberuntungan🙂

2. Plan plan plan!
Saya enggak pernah traveling tanpa perencanaan. Setelah beli tiket yang berarti jadwal berangkat dan pulang sudah jelas, saya dan teman-teman akan rembukan membuat jadwal selama berada di sana: siapa ingin ke mana, siapa mau beli apa dan carinya di mana, dsb. Jadwal akan banyak ditentukan oleh lokasi dan waktu.

Ketika dinas di taipei seorang diri dan tinggal di hotel hyatt, saya mengatur agenda keliling spot-spot menarik di sekitar situ, yang bisa saya tempuh dengan berjalan kaki, di sela-sela konferensi pers yang mesti saya liput. Setelah acara usai dan saya eksten, saya sengaja pindah ke hostel yang posisinya lebih strategis dan mengatur jadwal untuk keliling taipei berdasarkan kepraktisan naik mrt supaya enggak muter-muter yang berarti boros waktu dan ongkos. Kalau ada lokasi yang cuma buka dari pagi sampai siang, harus didahulukan. Dari sana, paling dekat ke tempat wisata mana lagi? Malam-malam enaknya nongkrong di mana, yang kira-kira aman berada seorang diri? Pikirkan itu masak-masak sewaktu membuat jadwal.

Oh ya, kalau sekiranya akan belanja banyak, misalnya karena akan ke ikea (kejadian sama saya sewaktu ke ikea di singapura dan kuala lumpur), pertimbangkan untuk ke sana paling terakhir supaya bisa langsung pulang atau atur supaya bisa menitip barang supaya enggak repot mesti menenteng-nenteng belanjaan yang berat.

3. Booking booking!
Yang selalu saya booking di muka selain tiket pesawat adalah hostel. Orang banyak bilang, go show lebih enak supaya bisa milih-milih, tidak tertipu dengan foto di website si hostel. Tapi saya kurang setuju. Kalau sedang musim liburan, jangan harap kamu bisa dengan mudah menemukan hostel yang bagus. Alih-alih nanti kamu mesti menggeret koper ksana-ksini sampai pegal gara-gara ditolak di mana-mana. Jangankan belum booking, sudah booking hostel saja bisa nyasar pas mencari lokasinya (padahal sudah berbekal peta lokasi dan tanya sana-sini), yang kejadian pada saya sewaktu menginap di bukit bintang.

Sewaktu ke hanoi, booking hostel juga sangat berguna karena saya bisa mengatur supaya mereka menjemput saya di bandara. Ini penting karena transportasi di hanoi mirip jakarta, taksinya juga banyak yang ngawur. Kalau sudah dijemput begini, saya bisa menghemat waktu untuk dipakai muter-muter kota karena kebetulan cuma punya sedikit waktu di hanoi.

Pertimbangkan juga membooking tur seperti yang saya lakukan di hanoi. Loh, backpacker kok ikutan tur?? Eits, tunggu dulu. Berdasarkan masukan dari para senior di milis indobackpacker, effort dan ongkos yang dikeluarkan jika ke halong bay tanpa tur justru akan lebih besar ketimbang via tur. Dan ini benar saya alami. Saya dan 2 orang teman cukup beruntung karena bisa mendapatkan harga lebih murah ketimbang peserta tur yang lain (lebih dari 10USD :D) gara-gara kami menginap di hostel yang dikelola oleh perusahaan tur tersebut. Rayu-rayu sedikit, dapat deh harga diskon😀 Eh, tapi kami booking tur ini setelah berada di hanoi loh ya, karena kami mau milih-milih dulu mana harga yang termurah😀

Lagipula, kalau sudah duluan booking hostel, berarti kita sudah menghemat banyak waktu karena enggak perlu lagi keliling mencari-cari tempat menginap. Kalau sekiranya enggak yakin apakah kualitas si hostel akan sebagus fotonya di internet, pesan saja untuk 1 malam dulu. Setelah menginap dan ternyata tidak kerasan, cari deh hostel baru untuk malam-malam berikutnya.

4. Siapkan panduan!

Ketika traveling solo di taipei, dengan waktu yang terbatas sehingga tidak sempat banyak googling tentang tempat-tempat di sana, saya sengaja membeli buku panduan khusus kota tersebut (yang harganya cukup mahal, hiks) di periplus. Saya senang buku panduan yang banyak gambar, karena dulu sewaktu ke bangkok pernah “diselamatkan” oleh foto-foto tempat wisata. Selagi naik taksi dan kepingin ke suatu lokasi, saya dan 2 orang teman kesulitan menjelaskan tujuan kami dalam bahasa Inggris kepada sang supir. Begitu saya tunjukkan gambarnya di buku, dia langsung mengerti dan masalah pun beres!

Tips buat kamu, kalau sedang memilih-milih buku panduan traveling, minta bungkusnya dibuka. Kamu boleh kok melakukannya, daripada kecewa belakangan karena tidak pernah melihat isinya. Waktu itu pilihan pertama saya adalah lonely planet yang versi bangkok-nya cukup bagus (dulu dapat pinjaman teman). Tapi ternyata tidak ada gambarnya sama sekali. Saya pun urung membelinya dan akhirnya jatuh cinta pada buku keluaran insight city guide yang isinya menurut saya cukup komplet.

Ogah merogoh kocek untuk membeli buku? Tidak apa. Sewaktu ke hanoi dan macau, saya juga enggak pakai buku panduan. Senjata saya adalah googling dan mengumpulkan informasi sedetail mungkin. Semua peta hostel dan kota saya print. Kalau di lokasi tujuan kamu ada MRT, jangan lupa dicetak juga. Dan begitu sampai di bandara, sempatkan untuk mencari-cari dulu map atau brosur wisata yang biasanya tersedia secara gratis. Atau minta pada orang hostel kamu.

5. Jangan saltum!

Ini kejadian pada saya dan 2 orang teman sewaktu ke hanoi. Beberapa minggu sebelum hari H, kami sudah googling dan menemukan cuaca dikabarkan dingin banget. Tapi mendadak beberapa hari menjelang keberangkatan, kok suhunya jadi panas? Kami jadi bingung, bawa baju tebal atau tidak nih? Kalau disuruh memilih, jelas kami lebih senang cuaca yang panas sehingga tidak perlu membawa baju tebal yang jelas akan bikin berat tentengan. Untungnya saya selalu menyiapkan jaket yang cukup tebal untuk mengantisipasi suhu di kabin pesawat airasia yang biasanya sangat dingin. Saya juga memakai sepatu kets dan kaus kaki sehingga cukup berguna menghadapi cuaca di hanoi yang ternyata eh ternyata mencapai 13 derajat celcius di siang hari (banyak angin pula, hiks)! Salah seorang teman saya agak kurang beruntung karena dia cuma membawa sendal jepit hehehe.

Jadi, untuk mengantisipasi ini, cek ke beberapa sumber tentang perkiraan cuaca di lokasi yang akan kamu datangi. Eh, ini sudah kami lakukan juga, lho. Hmm khusus untuk hanoi (dan vietnam pada umumnya) sepertinya memang butuh perlakuan khusus. Cara yang terpikir oleh saya adalah menanyai pihak hostel sewaktu kamu booking tiket tentang kejelasan cuaca di sana. Mudah-mudahan sih mereka enggak bohong, ya :p

About kcplanet

Female. Indonesian. Love reading, traveling, listening to music, watching movies.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My stats

  • 86,138 hits

You clicked these

June 2010
M T W T F S S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

My blablabla on twitter

%d bloggers like this: